Senin, 09 Desember 2013

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Metode Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) adalah upaya yang dilakukan oleh seorang pendidik untuk membelajarkan peserta didik melalui jalinan kerjasama/gotong royong antar berbagai komponen, baik kerjasama antar siswa di kelas atau dengan pihak yang lainnya.
Roger dkk (1992) menyatakan cooperative learning is group activity organizied in such a way that learning is based on the socially structured change of information between learners in group in which each learner is held accountable for his or her own learning and is motivated to increase the learning of others (Pembelajaran kooperatif merupakan aktivitas pembelajaran kelompok yang diorganisir oleh satu prinsip bahwa pembelajaran harus didasarkan pada perubahan informasi secara social di antara kelompok-kelompok pembelajar yang didalamnya setiap pembelajar bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri dan didorong untuk meningkatkan pembelajaran anggota-anggota yang lain). 2.2 Pembelajaran Aktif (Active Learning) Pembelajaran Aktif (active learning) adalah suatu proses pembelajaran dengan maksud untuk memberdayakan peserta didik agar belajar dengan menggunakan berbagai cara/strategi secara aktif. Dalam hal ini proses aktivitas pembelajaran didominasi oleh peserta didik dengan menggunakan otak untuk menemukan konsep dan memecahkan masalah yang sedang dipelajarai, disamping itu juga untuk menyiapkan mental dan melatih keterampilan fisiknya. 2.3 Metode Out Sider Di lihat dari bentuk katanya out sider artinya di luar, yang dimaksud di sini dengan kata di luar adalah sistem pembelajaran yang diadakan di luar kelas di mana tempatnya menyesuaikan dengan materi yang akan disampaikan. Di dalam metode ini merupakan suatu proses atau cara pembelajaran yang bermaksud untuk membuat anak didik tidak merasa bosan serta jenuh dengan belajar di dalam kelas. Dengan itu dimaksudkan metode ini dapat membantu siswa serta guru untuk mengadakan pembelajaran yang berbeda, yaitu pembelajaran dilakukan di luar kelas dengan bersenang-senang (jalan-jalan) yang di dalamnya siswa juga bisa belajar atau mengambil ibrah dari pengalaman jalan-jalan yang dialaminya. Dalam metode ini ditujukan untuk anak didik tetap merasa senang dalam pembelajaran yang sedang berlangsung serta tempat pembelajarannya bisa di berbagai tempat bukan hanya di kelas saja. Sehingga bisa membuat siswa merasa senang atau santai dalam pembelajarannya dan tidak merasa bosan dengan pelajaran yang sedang berlangsung. Dan sebaiknya metode ini digunakan ketika suasana anak didik dalam keadaan bosan. 2.4 Langkah-langkah Metode Out Sider Untuk kelancaran dalam metode ini setidaknya pendidik membuat beberapa persiapan, diantaranya: 1. Menentukan tempat pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan. 2. Membagi beberapa kelompok serta memilih penanggung jawab kelompok dengan tujuan, agar guru tidak kesulitan untuk mengecek para siswanya. 3. Meng on kan siswanya dahulu dengan permainan yang berhubungan dengan materi yang akan disampaikannya. 4. Guru menyampaikan materi serta memberikan kata-kata kuncinya. 5. Penugasan terhadap siswa secara kelompok, yaitu untuk menjabarkan sesuai pemahaman siswa dari beberapa kata kunci yang telah disampaikan guru. 6. Mengevaluasi siswa tentang materi yang telah disampaikan oleh guru. 2.5 Tujuan Metode Out Sider Adapun beberapa tujuan dari metode ini, yaitu: 1. Agar siswa tidak merasa jenuh dan bosan dalam mengikuti pelajaran. 2. Agar siswa merasa lebih santai dalam belajar. 3. Menyegarkan suasana pembelajaran. 2.6 Kelebihan dan Kekurangan Metode Out Sider Adapun beberapa kelebihan dari metode out sider, yaitu: 1. Bisa menghilangkan rasa bosan yang ada pada siswa. 2. Melatih siswa untuk berfikir serta berimajinasi. 3. Bisa jalan-jalan yang di dalamnya sekaligus ada pembelajaran. 4. Menambah semangat siswa untuk mengikuti pembelajaran di luar kelas dengan suasana yang berbeda-beda. Selain ada beberapa kelebihan, adapun beberapa kekurangan dalam penerapan metode ini, yaitu: 1. Memerlukan banyak waktu. 2. Siswa kurang konsentrasi, karena suasana ramai di luar ruangan. 3. Memerlukan biaya transportasi. 2.7 Penerapan Metode Out Sider 1. Menentukan tempat yang sesuai dengan materinya. Dalam pembelajara akidah akhlak dengan judul akhlak terpuji (syukur), bisa mengajak siswa ke taman, halaman sekolah, kebun belakang sekolah, dan lain sebagainya. 2. Membagi beberapa kelompok. Di dalam pengelompokan ini guru bisa mengelompokkan dengan cara berhitung atau menurut dari urutan absen siswa. 3. Meng on kan siswa yang berhubungan dengan materi. Langkah-langkah untuk meng on kan siswa: • Peserta dipersilahkan berdiri berbaris/melingkar. • Guru mengganti arah mata angin dengan kata yang berhubungan dengan materi: kanan (terimakasih), kiri (thank you), depan (matur suwun), belakang (syukron). • Siswa diminta melompat ke arah yang telah diganti namanya tadi, misalnya: guru menebut thank you, maka siswa melompat kea rah kiri dan begitu seterusnya. • Untuk membuat permainan lebih menarik, guru boleh mempercepat penyebutan nama-nama arah agar siswa menjadi bingung dalam menentukan lompatannya. • Bagi siswa yang salah arah akan mendapat sanksi dari gurunya. 4. Guru menyampaikan beberapa kata kunci kepada siswa. Ketika kita berada di luar ruangan seperti ini pandangan kita tidak terbatas, kita bisa melihat beraneka ragam makhluk ciptaan Allah. Ada matahari yang selalu memancarkan sinarnya untuk memenuhi kebutuhan hidup makhlukNya yang tanpa membayar pajak bulanan, ada air yang melimpah dari sumbernya yang kehadirannya sangat bermanfaat untuk makhluk Allah juga, ada juga nafas yaitu setiap hembusannya sangat mahal jikalau ditebus dengan harta, akan tetapi Allah member itu semua kepada makhluknya dengan gratis dan cuma-cuma. Maka dari itu kita harus bersyukur kepada Allah setiap saat. Dari penjelasan tersebut dapat diambil penjelasan bahwa makna syukur adalah berterimakasih kepada Allah atas semua yang telah Allah anugerahkan kepada kita, dan orang yang paling bersyukur yaitu orang yang qonaah (orang yang menerima atas apa pemberian Allah). Yang mana kalimat syukur itu dari bahasa arab yang artinya berterimakasih. Di dalam surat Ibrahim ayat 7 dijelaskan yang artinya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengingatkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka azab-Ku sangat pedih.” Adapun cara-cara bersyukur adalah: • Bersyukur dengan hati, seperti: berusaha membersihkan diri dari perbuatan yang berdosa. • Bersyukur dengan ucapan, misalnya: mengucapkan hamdalah. • Bersyukur dengan perbuatan, misalnya: menuntut ilmu yang bermanfaat di dunia dan akhirat. • Bersyukur dengan harta, misalnya: bershodaqoh. 5. Penugasan kepada siswa. Guru membagikan kertas kepada setiap kelompok dan siswa berdiskusi tentang apa yang telah dipahaminya kemudian ditulis di kertas dan dikumpulkan kepada gurunya. 6. Evaluasi/penilaian. Evaluasi atau penilaiannya pada metode ini yaitu menggunakan acak huruf, langkah-langkahnya yaitu: • Membuat potongan-potongan huruf yang merupakan jawaban dari pertanyaan, kemudian memasukan potongan-potongan tersebut ke dalam amplop. • Membagikan amplop tersebut kepada setiap kelompok. • Guru membacakan pertanyaan kemudian murid mencari jawabannya dari potongan-potongan kata yang ada di dalam amplop tersebut. Bagi kelompok yang sudah menemukan jawabannya maju ke depan dan menuliskan jawabannya di atas whiteboard. • Kelompok yang unggul yaitu kelompok yang skornya paling tinggi. BAB III PENUTUP Daftar Pustaka Yasin Fatah, 2008. Dimensi-dimensi Pendidikan Islam. Malang: UIN-Malang Press Sharan Shlomo, 2009. Handbook of Cooperative Learning. Yogyakarta: Imperium Huda Miftahul, 2011. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Nisak Raisatun, 2011. 50 Game Kreatif Untuk Aktifitas Belajar-Mengajar. Yogyakarta: DIVA Press Hermawan Agus, 2010. Smart Outbond Games. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya Santoso Endi Santoso, Mulyani Iin Mendah, 2008. 100 Permainan Kreatif untuk Outbond & Training. Yogykarta: CV. Andi Offset

Tidak ada komentar:

Posting Komentar